La Tahzan Hal 4-5 { Bab. Pikirkan dan syukurilah !
Oleh: Arifin Saputra
Pikirkan dan syukurilah! Kalimat sederhana ini mengandung rahasia kebahagiaan yang sering kita lupakan. Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda, karena Dia telah melimpahkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah telapak kaki.
Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an:
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya." (QS. Ibrahim: 34).
Kekayaan yang Sering Terlupakan
Kesehatan badan, keamanan negara, serta ketersediaan sandang dan pangan adalah harta yang nyata. Udara yang kita hirup dan air yang kita teguk tersedia secara cuma-cuma. Namun, terkadang kita merasa memiliki dunia tetapi tidak menyadarinya; kita menjalani kehidupan namun tak pernah benar-benar mengetahuinya.
"Dan Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin." (QS. Luqman: 20).
Anda dianugerahi dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan, dan dua kaki. Maka, "Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Merenungi Fungsi Tubuh
Pernahkah Anda mengira bahwa berjalan dengan kedua kaki adalah hal sepele? Padahal, kaki bisa membengkak jika digunakan terus-menerus. Pernahkah Anda merenungi betapa berharganya berdiri tegak di atas kedua betis, sementara keduanya bisa saja melemah atau patah kapan saja?
Sadarilah betapa beruntungnya kita saat bisa tertidur lelap, sementara di luar sana banyak orang yang terjaga karena rasa sakit yang mendera. Renungkanlah nikmat saat kita bisa menyantap makanan lezat dan meminum air dingin, di saat banyak orang kesulitan menelan karena penyakit yang mereka idap.
Nikmat yang Tak Ternilai dengan Materi
Coba renungkan fungsi pendengaran yang menjauhkan Anda dari ketulian, serta penglihatan yang menghindarkan Anda dari kegelapan. Ingatlah kulit Anda yang sehat, terbebas dari penyakit menular. Dan bayangkan dahsyatnya fungsi otak yang sehat, yang menghindarkan Anda dari hilang akal.
Maukah Anda menukarkan penglihatan Anda dengan emas sebesar Gunung Uhud? Atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Adakah yang mau membeli istana menjulang dengan lidah mereka, namun harus menjadi bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan mutiara, sementara tangan Anda harus buntung?
Sebenarnya, kita berada dalam kenikmatan tiada tara, namun sering kali kita merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisah. Padahal, kita masih memiliki nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, dan waktu tenang untuk beristirahat.
Fokus pada yang Ada, Bukan yang Tiada
Masalah utama kita adalah kita sering kali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga lupa mensyukuri apa yang sudah ada. Jiwa kita mudah terguncang hanya karena kerugian materi, padahal kita masih memegang kunci kebahagiaan melalui karunia yang melekat pada diri.
"Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 21).
Mari sejenak memikirkan dan merenungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, dan kesehatan kita. Janganlah kita termasuk golongan orang-orang yang digambarkan dalam Al-Qur'an: "Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya." (QS. An-Nahl: 83).
Sumber: Intisari Buku La Tahzan karya Dr. Aidh al-Qarni.

Posting Komentar untuk "La Tahzan Hal 4-5 { Bab. Pikirkan dan syukurilah ! "